PreSchool Bintaro, TK Bintaro, Sekolah Islam

Ramadhan agar Konsisten dalam Pengasuhan - Bestariku

Ramadhan agar Konsisten dalam Pengasuhan

Ramadhan agar Konsisten dalam Pengasuhan

Ramadhan adalah satu dari dua belas bulan yang dijalani dalam kehidupan manusia. Di bulan ini Allah SWT meminta umatnya yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa untukNYA (QS. Al Baqarah ayat 183). Tata tertib ibadah diatur, tidak makan dan tidak minum sejak subuh sampai maghrib. Begitu terus selama satu bulan. Allah SWT juga memberikan keutamaan ibadah pada bulan ini. Berlomba-lombalah umat yang beriman untuk memperbanyak tabu-ngan ibadahnya, untuk bekal pulang kelak.

Jika di sebelas bulan lainnya, kita masih memiliki celah untuk berkelit, tidak di bulan Ramadhan, jika kita ingin menjadi umat yang beriman. Semua perilaku diatur secara konsisten selama satu bulan. Dengan harapan terjadi konsistensi dalam ritual ibadah dan perilaku kita yang baik. Menjadi kebiasaan. Jika puasa yang dilakukan selama satu bulan dan segala ibadah lain dilakukan dengan tulus mengharap ridho Allah SWT, pasti ada manfaatnya dalam perilaku kita sehari-hari. Bagaimana dengan perilaku kita sebagai orangtua?

Hikmah dari Ramadhan salah satunya adalah belajar untuk berperilaku baik secara konsisten. Salah satu kunci pe-ngasuhan adalah bersikap konsisten. Mudah diucapkan, tetapi pelaksanaannya? Ya, Anda tidak sendirian. Berurusan dengan diri sendiri saja, kadang kita mudah tergoda. Apalagi ketika berinteraksi dengan ananda. Duh, si kecil ini pintar berkelit dan ada saja akalnya untuk mendapatkan kesenangannya. Jika sejalan dengan aturan atau harapan kita, tentu tidak masalah. Yang sering terjadi adalah sebaliknya. Akibatnya sudah dapat ditebak. Si kecil berbuat semaunya sendiri dan orangtua berada di pihak yang tidak berdaya. Momen Ramadhan bisa menjadi awal untuk menjadi orangtua yang lebih baik, yang konsisten.

NIAT

Ketika akan menjalankan ibadah puasa, kita mengucapkan niat. Karena Allah semata. Niat itu menguatkan kita menahan lapar dan dahaga selama sekitar 14 jam. Dengan tetap beraktivitas, kita mampu mengatasi rasa lemas dan kebutuhan biologis hingga saatnya berbuka. Niat hanya melakukan perintah Allah dan mengharapkan balasan sebagai bekal amalan. Pernahkah kita berniat ketika membentuk perilaku ananda? Agar ananda menjadi anak yang baik, yang dapat mengikuti norma masyarakat, agar ananda memiliki kebiasaan yang baik. Niat bekerja di alam bawah sadar manusia dan dapat menjadi penggerak utama perilaku.

ATURAN ITU PERLU

Dalam kehidupan, kita memerlukan aturan sebagai pemandu kita dalam menjalankan aktivitas. Kita bisa mengarahkan perilaku dan mengharapkan respon yang sesuai bila kita tepat dalam berperilaku. Demikian juga pada anak-anak. Mereka perlu arahan agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tidak usah khawatir anak akan tidak bebas bereksplorasi, justru dengan aturan, anak dapat melakukan eksplorasi dengan aman dan nyaman. Bantu anak untuk dapat berperilaku sesuai aturan dengan sikap konsisten terhadap aturan yang ada. Anak akan menjadi terbiasa dan berperilaku yang baik.

TEGAS & TETAP MENYENANGKAN

Membantu anak agar tetap teratur dan disiplin, memang perlu ketegasan. Ups, tegas lho, bukan kasar atau keras. Tegas menunjukkan konsistensi bahwa aturan tidak bisa ditawar sesuai keinginan. Aturan dibuat berdasarkan kesepakatan dan ada alasannya. Bersikap tegas bisa dengan tetap bersuara tenang, bersikap ramah, tidak dengan bentakan atau sikap yang kasar. Anak perlu bantuan untuk mengarahkan dirinya, tetapi beri kepercayaan bahwa ia dapat melakukannya dengan baik dan mandiri. Kadang, orang dewasa bersikap ambigu terhadap anak. Di satu sisi ingin anak mampu melakukan ini dan itu serta memiliki banyak harapan, namun pada saat yang bersamaan, orang dewasa selalu membantu dan mengarahkan anak karena tidak percaya anak mampu melakukannya sendiri. Tegas berarti tetap pada pendirian. Jika Bunda atau Ayah membuat aturan bahwa makan harus tetap duduk di kursi, sampaikan pada anak aturan yang berlaku, dan bantu ia untuk menepatinya. Sesuaikan dengan kondisi anak. Jika ia hanya tahan duduk selama 10 menit, berarti porsi makan kira-kira dapat dihabiskannya dalam masa tersebut. Bantu anak untuk tetap merasa nyaman selama masa tersebut. Bernyanyi, bercerita, atau memberi kesempatan untuk berlatih makan sendiri dapat menjadi pilihan aktivitas. Tetap tenang, tidak usah mengancam. Yakin bahwa anak mampu. Rendahkan suara anda untuk memberi penekanan bahwa anak mampu melakukan yang diminta. Beri contoh, bukan nasihat. Anak akan membaca anda dari raut wajah dan nada suara. Ia akan tahu kapan anda ragu dan akan melonggarkan aturan sehingga anak mendapat keinginannya. Perlu latihan. Dan, yakinlah anda bisa J

PENULIS : Alzena Masykouri, M. Psi-Psikolog Anak & Remaja – Pendidikan. Kepala Sekolah Bestariku.

  • Blog Bestariku