PreSchool Bintaro, TK Bintaro, Sekolah Islam

Target dan Evaluasi Perkembangan Anak - Bestariku

Target dan Evaluasi Perkembangan Anak

Target dan Evaluasi Perkembangan Anak

“Anakku sudah bisa duduk sendiri lho!”

“Wah, sudah bisa jalan ya? Umur berapa sih?”

“Ih, hebat ya, baru 2 tahun tapi sudah kenal huruf,”

“Malu ah, sudah TK kok masih suka marah-marah”

Rasanya kalimat-kalimat di atas sering kita dengar dalam berbagai versi. Banyak topik seputar perkembangan anak yang menarik untuk diperhatikan, apalagi perkembangan anak sendiri. Adalah suatu anugerah bila kita dapat mengikuti perjalanan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Ada beberapa aspek yang menjadi bagian dari tahapan perkembangan anak. Aspek Fisik (motorik kasar dan halus), Kognitif (kecerdasan, bahasa, atensi, logika), Sosial, dan Emosi. Setiap jenjang perkembangan anak pasti menunjukkan perbedaan dalam setiap aspek perkembangannya. Di setiap tingkatan usia (atau tahap perkembangan), setiap manusia (termasuk anak) memiliki tugas perkembangan, yaitu kemampuan atau perilaku atau kondisi yang diharapkan muncul/tampak pada sebagian besar individu dalam rentang usia yang sama. Tahapan perkembangan dan tugas perkembangan ini disusun berdasarkan riset yang dilakukan di seluruh dunia. Sehingga, hasilnya dapat diterapkan pada semua ras yang ada di muka bumi ini dengan perbedaan kultural yang minim.

Lalu bagaimana orangtua bersikap terhadap tugas perkembangan ini? Perlukah orangtua pasang target atas kemampuan anaknya? Kapan perlu khawatir bila tugas perkembangan belum terpenuhi? Bagaimana cara melakukan evaluasi terhadap perkembangan anak? Apa itu stimulasi dan gunanya untuk perkembangan anak? Bagaimana caranya?

Target pada Anak , Perlukah?

Dalam perjalanan hidup seorang manusia, para ahli membaginya dalam berbagai tahapan perkembangan yang menunjukkan karakteristik kemampuan tertentu atau yang disebut dengan istilah tugas perkembangan.

Tugas perkembangan umumnya dicapai pada rentang usia tertentu. Misalnya, kebanyakan anak di seluruh dunia mampu berjalan secara mandiri pada usia sekitar 12-16 bulan. Ada yang lebih cepat, ada pula yang lebih lambat. Perbedaan pencapaian dapat mengindikasikan suatu gangguan perkembangan. Demikian pula bila ada kemampuan yang tidak dikuasai anak, kemungkinan besar akan timbul masalah di kemudian hari. Misalnya, anak yang tidak merangkak sebelum berjalan, mungkin akan mengalami masalah koordinasi gerak atau anak yang tidak mengoceh (babbling) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kesulitan berbicara atau berkomunikasi.

Demikian pentingnya tugas perkembangan yang harus dicapai oleh seorang anak, terutama dalam masa 3 tahun pertama kehidupannya. Orangtua sebagai pengasuh dan pendidik utama memiliki tugas penting dalam mengembangkan kemampuan anak agar optimal. Tenang, tidak usah cemas karena kecemasan anda akan sangat mempengaruhi perkembangan ananda. Tugas perkembangan itu sifatnya alamiah. Tetap diperlukan stimulasi oleh lingkungan agar anak menguasai kemampuan dengan baik. Stimulasi dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Mengajaknya berbincang, beraktivitas, dan tentu saja, bermain. Karena, tugas anak adalah bermain. Stimulasi haruslah menyenangkan, bukan belajar ala orang dewasa.

Apakah anak yang tidak mendapatkan stimulasi dapat memenuhi tugas perkembangannya? Mungkin, tapi tentu hasilnya tidak optimal. Anak perlu belajar dari lingkungan sekitarnya. Ia pun perlu tahu bagaimana caranya untuk belajar. Tugas orangtua untuk memberikan kesempatan bagi anak belajar dan menguasai tugas perkembangannya. Dalam teori perkembangan kognitif (kecerdasan) ada teori Piaget dan Vygotsky yang menjelaskan bagaimana anak belajar dari lingkungan dan tugas orang dewasa untuk mengembangkan kemampuan anak.

Panduan penguasaan tugas perkembangan dibuat berdasarkan usia. Ada toleransi sampai dengan 6 bulan karena ada faktor kematangan/kesiapan yang mempengaruhi bagai-mana seorang anak menguasai suatu kemampuan. Faktor kematangan anak usia 1-3 tahun sangat dipengaruhi oleh kesiapan fisik. Demikian pula kemampuan psikis anak juga harus dipersiapkan melalui aktivitas atau stimulasi dari lingkungan. Anak memerlukan kegiatan yang terstruktur dan konsisten.

Evaluasi Perkembangan agar Optimal

Perkembangan anak harus berjalan simultan, semua aspek. Tidak hanya menguasai kemampuan fisik atau kecerdasan saja, tetapi juga kemampuan sosial dan emosi harus berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Untuk itu, orangtua harus melakukan evaluasi terhadap pencapaian kemampuan anak setiap tahunnya. Caranya adalah dengan mengamati kemampuan anak menggunakan panduan perkembangan. Jurnal semacam ini tentu akan menjadi kenang-kenangan yang indah bagi ananda kelak ia besar.

Jika ada yang dirasa kurang sesuai atau orangtua tidak mampu mengatasi kondisi yang terjadi, segeralah berkonsultasi dengan profesional. Dokter anak yang rutin bertemu dengan anak dapat menjadi rujukan pertama untuk memantau perkembangannya. Berdiskusi dengan psikolog juga dapat menjadi pilihan bagi orangtua agar dapat melakukan pengasuhan dan pengembangan kemampuan anak secara optimal. Libatkan pula orang-orang yang berada di sekitar anak, seperti pengasuh atau keluarga yang rutin terlibat interaksi dengan anak. Ya, it takes a village to raise a child.

Oh ya, setiap anak adalah unik. Bahkan saudara sekandung sekalipun. Tujuan utama dari perkembangan adalah anak mampu menjadi individu yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Banyak aspek yang harus dicermati, banyak aktivitas yang harus dilakukan, dan semua harus dinikmati karena waktu tak akan terulang. Itulah indahnya mengasuh dan membesarkan anak.

TIPS

Anda dapat mengamati perkembangan ananda menggunakan panduan sesuai usianya. Pemerintah Indonesia menyediakan panduan tahap perkembangan anak di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau pada buku kesehatan anak yang diberikan oleh rumah sakit tempat ananda dilahirkan.

Anda juga dapat menggunakan tautan di samping (dalam bentuk PDF) untuk mengamati perkembangan ananda. Mintalah bantuan profesional (dokter anak/psikolog anak) bila ada yang anda ragukan berkaitan dengan kemampuan ananda.

http://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html

http://www.community.nsw.gov.au/docs_menu/parents_carers_and_families/parenting/resources_for_parents.html :: guide to children’s growth & development

http://ecdc.syr.edu/resources/checklists/developmental-checklist-lista-verificacion-del-desarrollo/ :: Developmental Checklist Birth through 5 English

Fakta

Fitrahnya seorang anak (usia di atas 1 tahun) adalah individu yang aktif. Mereka akan bergerak melakukan eksplorasi untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka akan lingkungan sekitarnya. Sesuai cara belajarnya, anak akan mengenali lingkungan dengan melakukan sentuhan, meraba, memegang, mencium, bahkan memasukkannya ke mulut (sensori motor). Tugas orang dewasa adalah memastikan eksplorasi yang dilakukan anak bersifat aman. Anak mampu untuk melakukan banyak hal. Ia membutuhkan kesempatan untuk melatih kemampuannya. Berlatih agar terampil .

PENULIS : Alzena Masykouri, M. Psi-Psikolog Anak & Remaja – Pendidikan. Kepala Sekolah Bestariku.

  • Blog Bestariku